22

717 Kata

Segala upaya sudah dilakukannya. Tapi sepertinya tak satu pun usahanya yang berhasil. Kantung matanya akibat menangis dua malam berturut-turut masih membengkak. Padahal menurut internet, mengompres dengan es batu adalah cara terbaik. Tapi tetap saja gagal. Terpaksa Tivania memutuskan untuk memilih berdiam di dalam rumah daripada ke sekolah. Ketika ia hendak menuju dapur untuk mengambil es batu lagi, masih berharap siapa tau kali ini akan berhasil. Namun suara bel rumah membuat Tivania menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya. Dahinya bertautan. Siapa yang bertamu ke rumahnya pagi-pagi begini? Teman mami tidak mungkin, karena beliau sedang arisan dengan teman-temannya. Bi Atik, asisten rumah tangganya yang sedang ke pasar juga tidak mungkin pulang dengan memencet bel. Diakan bawa kunc

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN