Wajah kelima laki-laki itu tertegun. Untuk sementara raut tampan di wajah mereka sepertinya berlarian entah ke mana. "Gue nggak salah denger?" celetuk Ben. "Lo lagi kesambet jin bukan?" tambah Jose. "Coba lo bilang sekali lagi?" pinta Kevin. "Wan, coba lo cubit gue! Sekarang kita lagi di dalam mimpi atau dunia nyata nih?" Putra menyodorkan lengannya agar Ridwan mencubitnya. Namun, baru saja Ridwan hendak mengangkat tangannya untuk mencubit Putra. Frans memandang semua sahabatnya dengan jengkel. "Kenapa sih lo semua? Norak tau nggak!" "Nggak ada apa-apa!" sahut Jose cepat. Disambut tawa yang lain. "Kalau lo pada nggak mau bilang, okay fine! Tapi gue saranin lo semua cepetan booking kamar di rumah sakit dulu deh." Frans memandang mereka satu persatu dengan senyum sinis di bibirnya

