"Fra-Frans!?" Molly menatap wajah Frans dengan ekspresi terkejut. Wajahnya yang tadi berani mendadak ketakutan. Begitu juga dengan Annabeth. Gadis berperawakan besar itu telah mengetahui siapa Frans. Berbeda saat masa orientasi. Waktu itu Annabeth belum tahu siapa Frans. Seketika nyalinya menjadi ciut. Tiga orang gadis pengikut Molly telah lari keluar dari toilet ketika mereka melihat kedatangan Frans. Mereka takut jika harus berurusan dengan Frans. Apalagi jika ulah mereka sampai terdengar ke telinga orang tua mereka. Tamat sudah kebebasan mereka di sekolah ini. "Apa yang sedang lo lakuin?" tanya Frans. Kedua matanya menatap Molly dengan tajam. Ia menghempaskan tangan gadis itu dengan kasar. "Gue sedang memberi pelajaran sama cewek tidak tahu diri ini!" sahut Molly dengan menantang.

