14

1037 Kata

Bel sekolah telah berbunyi. Derap langkah sepatu memenuhi lorong sekolah. Tivania berlari sepenuh tenaga menuju kelasnya. Sesampainya di depan pintu kelas, ia mengedarkan pandangan matanya. Untunglah guru belum ada di tiba di kelas. Sehingha ia dapat menarik nafas lega. Dengan segera Tivania melangkah masuk ke dalam kelas diiringi nafasnya yang masih terengah-engah. Gavin yang duduk di depan memandang Tivania dengan iba. Ia memberikan senyum terbaiknya pada gadis itu yang dibalas senyum tipis dari bibir Tivania. Sesampainya di kursi miliknya, dahi Tivania bertautan. Ia memandang kursi kosong dihadapannya. Membuatnya menolehkan kepalanya ke arah di mana Ben yang sedang duduk manis. "Ben," panggilnya. Ben memutar matanya menatap Tivania. "Di mana Frans?" tanyanya. Dengan santainya Be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN