Pagi yang cerah untuk memulai kegiatan baru. Ditambah udara yang sejuk meskipun polusi terus berterbangan di ibukota. Burung-burung yang bernyanyi, seakan mengiringi pagi hari dengan soundtrack. Namun semua itu tidak berlaku untuk ke-lima sahabat Frans. Masing-masing berusaha sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Mencoba menghindari tatapan tajam dari pemimpin mereka. "Lo semua tahu kesalahan kalian?" bentak Frans. Kevin menyikut Jose. Namun laki-laki itu berpura-pura sibuk dengan ponselnya. "Udahlah Frans. Nggak usah marah berlebihan gitu," bujuk Ben. "Lagian juga udah berlalu." Mata Frans mendelik. "Apa kata lo barusan?" "Gue tahu lo denger Frans. Kecuali kedua telinga lo udah nggak berfungsi dengan baik." Frans memutar kedua matanya, "Resek lo Ben!" Ia berjalan mendekati

