Rian menghentikan mobil nya tepat di depan pagar rumah Bia. Dia lalu melirik gadis yang sejak tadi diam di samping nya itu dengan pandangan yang terus lurus ke depan. Setelah puas menangis di taman tadi, Bia tidak pernah bersuara lagi. Bahkan hanya diam saat Rian membawa nya untuk pulang. "Bagaimana perasaan kamu?" Tanya Rian, memecah keheningan di mobil tersebut. Bia menghela nafas nya dengan pelan, lalu melirik Rian yang ternyata juga sudah menatap nya. "Soal tadi, sorry gue---" "Bia Bia masih aja ngomong sorry. Emang ini pertama kali nya kamu nangis di depan saya?" Rian tersenyum seraya mengusap puncak kepala gadis itu. Bia tidak merespon, dia hanya diam dengan pandangan terus ke arah Rian. Dia tidak tahu mengapa setiap menangis di dekat Rian, dia merasa lebih tenang setelah itu. T

