DUA PULUH ENAM

2566 Kata

Bia menjatuhkan b****g nya di atas salah satu batu besar yang ada di taman samping rumah nya. Menikmati semilir angin malam yang berhembus cukup kencang malam itu, seperti nya sebentar lagi akan turun hujan. Pandangan Bia lurus ke depan, membuat beberapa bayangan masa lalu memasuki benak nya. Menggambarkan sosok seseorang yang selalu hadir di pikiran nya setiap kali dia sendiri. "Happy birthday Bia, semoga lo cepat taubat dan setan dalam diri lo hilang semua!" "Tiup dong Bi! Pegel nih tangan gue." Bia tersenyum geli, menatap ke arah gadis di samping nya itu. "Tuh udah mati, di tiup angin." "Yah, lo sih kelamaan. Tapi gak papa deh, nih kado dari gue." Bia menerima uluran kotak kecil berwarna pink tersebut. "Pink lagi, lo kan tau gue gak suka pink." "Ck, ya elah terima aja kali. Nawar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN