TIGA PULUH TIGA

2867 Kata

Di sini lah Bella sekarang, berdiri diam menatap putri nya yang tengah duduk di bangku taman rumah, tampak membaca sebuah buku pelajaran di sana. Terlihat dari pena yang selalu menari di atas kertas kosong di pangkuan nya. Seulas senyum tipis hadir di wajah Bella, akhirnya setelah sekian lama dia bisa melihat Bia belajar begitu tekun. Tidak sia-sia dia memberikan ancaman dan surat perjanjian itu kepada Rian. Dia harap ini adalah awal yang baik untuk hidup putri nya nanti. Putrinya? Bolehkah Bella mengatakan itu? Sementara dia tau selama ini hubungan nya dan Bia tidak pernah baik. Bia sangat membenci nya. Bayangan wajah masa kecil Bia melintas di benak nya, mungkin selama ini Bia menganggap diri nya tidak peduli, tapi sedikitpun Bella tidak pernah ketinggalan akan tumbuh kembang Bia. "Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN