Bia menghentikan langkah nya tepat di depan sebuah pintu berwarna putih, dengan sedikit kaca berbentuk persegi panjang di sana, membuat siapa pun yang berdiri di sana bisa melihat ke dalam ruangan tersebut. Untuk sesaat, Bia hanya diam dengan pandangan datar pada pintu tersebut. Kedua tangan nya dia masukkan ke dalam saku jaket yang dia kenakan. Dia kembali menarik nafas dan menghembuskan nya secara perlahan, sebelum akhir nya menyentuh gagang pintu tersebut, membuka nya dengan perlahan. Ruangan di dalam sana hening, hanya sorot mata kedua orang yang ada di dalam sana lah yang mendominasi. Sorot mata yang sama-sama terlihat datar dan terkesan dingin. Terlebih tatapan seorang gadis yang terbaring di ranjang tersebut, dengan selang infus di punggung tangan kanan nya. "Mau apa lo?" Hingga

