Atifa menyodorkan handphonenya pada Alayya. Alayya diam, menatap malas handphone dan Atifa secara bergantian. Namun Atifa sedang memaksanya untuk mengambil handphone itu lewat tatapan matanya. Alayya menghela napas lelah, dan pada akhirnya Atifa menang. "Halo" sapa Alayya malas pada orang yang di seberang sana. Atifa memberi isyarat bahwa ia ingin keluar dari kamar. Alayya hanya mengangguk mengiyakan. "Kamu kenapa?" tanya Abrar dengan nada tak sukanya. Ya, Abrar lah yang menelepon lewat handphone Atifa. "Kenapa apanya?" tanya Alayya balik. "Udah dua hari kamu gak mau angkat telfon dari ku. Aku chat juga gak pernah di balas, padahal kamu online" Alayya diam saja. Sama sekali tidak berniat membela dirinya yang sekarang terkena amukan Abrar. Abrar sedang marah, ia tahu itu. Tapi i

