Takut Kehilangan

1842 Kata

Alayya terdiam sesaat dan menatap Miko yang juga menatapnya. Alayya tidak bodoh. Ia sangat tahu mengarah kemana ucapan Miko tadi. "Miko" panggil Alayya. "Hmm" "Aku udah punya cowok" ucap Alayya jujur. Namun tetap berhati-hati saat mengucapkannya. Miko diam, ia masih setia menatap wajah Alayya. Miko menatap mata Alayya, mencoba mencari kebohongan melalui mata itu. Tapi sayang, ia tidak menemukannya disana. Miko tersenyum. "Aku terlambat ya ?" tanya nya.  Alayya diam, tidak menjawab. Tidak, lebih tepatnya Alayya tidak tahu harus menjawab apa. Miko menarik nafasnya dalam-dalam dan menepuk pahanya. Miko menatap Alayya dengan antusias. "Jadi, siapa cowok yang buat lo segalau ini?" tanya Miko mencoba ceria. "Namanya Abrar. Dia kakak kelas aku waktu SMA. Sekarang dia kuliah di Bandung"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN