Menyakiti Lagi

2045 Kata

Abrar menatap nanar punggung yang sedang berjalan di depan nya.  Alayya berjalan bersama Yuda, Atifa dan Aldi. Alayya tampak tertawa lepas. Entah apa yang sedang mereka ceritakan sehinga mereka tertawa disepanjang koridor. Abrar, Gilang dan Rangga berjalan tepat di belakang mereka. Namun dengan jarak nya sedikit jauh. "Masih belum baikan juga lo sama dia?" tanya Rangga. Abrar tidak menjawab. Tatapan nya masih fokus pada punggung Alayya. "Mampus lo di kacangin" ledek Gilang. Rangga menatap Gilang dengan tatapan nyalang. Dan ujung-ujung nya, mereka akan adu mulut. Abrar menghela nafas berat. Alayya pasti pulang dengan Yuda lagi. Ya, sejak beberapa hari yang lalu Abrar medapati Alayya selalu pulang dengan mobil Yuda. Sejujurnya itu membuat perasaan Abrar tak karuan. Tapi saat ini Abrar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN