Cemburu Lagi

2247 Kata

Alayya benci saat dirinya menjadi pusat perhatian seperti sekarang ini. Di sepanjang koridor, orang-orang terus memperhatikan setiap langkah kakinya. Tidak, lebih tepatnya memperhatikan Abrar dan dirinya. Bagaimana tidak, Abrar dengan santainya berjalan sambil menggenggam jemarinya. Tatapa Abrar  lurus kedepan. Abrar tidak perduli pada orang-orang yang memperhatikannya di sepanjang koridor. Berbeda dengan Alayya yang menunduk kan kepalanya karena tidak nyaman. Sebenarnya Alayya masih bingung dengan perubahan sifat Abrar. Baginya, itu terlalu tiba-tiba. Sejak mereka pulang dari pasar malam kemarin malam, Abrar berubah. Abrar berubah menjadi sosok yang hangat. Apa Alayya senang dengan perubahan itu? Tentu saja Alayya senang. Tapi tak bisa dipungkiri bahwa Alayya sedikit risih. Mungkin kare

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN