Alayya berjalan mendekat ke arah meja yang biasa Abrar dan teman-tan nya tempati. "Eh ada Alayya" kata Gilang dengan senyuman lebar. Alayya hanya tersenyum kikuk. Abrar melirik sekilas. Dan lirikan itu berhasil membuat Alayya dag dig dug. Seketika ia mengingat kejadian semalam sore saat Abrar memeluknya. Alayya tersipu malu. "Sini duduk dulu bareng kita" kata Gilang. "Eh gak usah kak. Aku cuma mau ngasih ini aja kok ke kak Rangga" Alayya menyodorkan sebuah tempat bekal. Mata Gilang berbinar senang. "Wah! Lo seriusan? Gue kira kemaren bercanda doang" Rangga nyengir. Alayya mengangguk kecil. "Kan aku udah janji." "Yang model-model gini nih kriteria cewek yang gue suka. Baik, pinter masak, gak suka ingkar janji, plus cantik. Al, entar kalau lo udah putus sama si Abrar datang ke g

