Alayya merasa hubungannya dan Abrar semakin lama semakin membaik. Abrar juga tidak sedingin dulu. Jangan tanya kenapa, karena Alayya juga tidak tahu. Sementara itu, Abrar akan sangat kesal jika Alayya terlihat akrab dan tertawa bahagia dengan pria lain, terutama dengan Yuda. Abrar tidak suka jika ada pria lain yang mendekati Alayya selain dirinya. Seperti saat ini, Abrar bersandar di pintu mobilnya menunggu Alayya. Sementara orang yang di tunggu sedang berjalan parkiran dengan tertawa bahagia bersama pria di sampingnya. Siapa lagi kalau bukan Yuda. Yuda menatap Abrar yang juga sedang menatapnya tajam. "Aku duluan ya, Al." pamit Yuda pada Alayya. Kebetulan tempat Yuda memarkir mobil hanya berjarak dua mobil saja dari parkiran mobil Abrar. "Oh iya. Kamu hati-hati di jalan." balas Ala

