48

2334 Kata

"Warda... Warda.. permisi!" Seru suara dari luar rumah. Entah siapa pagi-pagi sudah membuat onar. Terpaksa Warda membukakan pintu dan melihat seorang gadis yang berdiri dengan melipat kedua tangannya. Gadis yang rambutnya dikuncir dua. Gadis itu Naya. Warda mengucek matanya untuk memastikan siapa yang datang ke rumahnya sepagi itu. "Lah mbak Naya? Ono opo toh mbak? Isuk-isuk? (Mbak Naya? Ada apa mbak pagi-pagi?)" Tanya Warda. "Dulurmu sing jenenge Dara endi? Pancen dulurmu iku ganjen, ono sing omong dulurmu iku nggudo mas Seno? Bener opo ora? (Saudaramu yang bernama Dara di mana? Saudaramu itu genit, ada yang bilang dia menggoda mas Seno? Benar atau tidak?) " Tanya Naya dengan nada yang tidak ramah. Warda sungguh bingung dengan apa yang diucapkan Naya. "Lah sopo sing ngomong tah mbak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN