Naira terduduk di pojok cafe yang biasa ia tempati dulu. Bersama seorang pria yang pernah hadir dalam hidupnya, ia heran kenapa sangat memuja pria di hadapannya ini? Diam-diam suka, diam-diam memperhatikan, dan diam-diam pergi. Bodohnya hingga sekarang, Naira masih sangat menyukai pria yang jelas-jelas menyukai perempuan lain. Andra, nama pria itu. Sekarang Andra berprofesi sebagai seorang psikolog, entah apa yang membuatnya merubah impiannya. Karena setahu Naira, pria itu sangat ingin menjadi seorang pilot. Bahkan yang Naira dengar, Andra membatalkan beasiswanya di sekolah pilot hanya untuk menjadi psikolog. Wajahnya tak berubah, hanya semakin dewasa. Dan Naira masih saja terpesona dengannya. Sudah lima tahun berlalu, perasaannya masih sama. "Jadi apa maksud kamu nyuruh aku ke sini

