37. Berduka

1038 Kata

Seorang gadis tengah duduk sambil memangku laptop yang menampilkan tayangan kartun kotak berwarna kuning. Gadis itu mengusap perutnya yang semakin hari semakin membesar, sambil sesekali tertawa lucu. Ini adalah bulan ke delapan. Diperkirakan dua mingguan lagi Arsy akan melahirkan. "Arsy?" Merasa ada yang memanggil, gadis itu menoleh lalu keningnya berkerut ketika mendapati Rizal yang menatapnya balik dengan raut aneh menurutnya. "Kenapa kak? Mukanya kok gitu." "Kakak dapet kabar dari Via kalo—" Rizal menelan salivanya susah payah. Lidahnya mendadak keku. "Kalo apa?" "Kalo—Oma mertua kamu meninggal." ucap Rizal akhirnya. Laptop yang ada dipangkuan Arsy hampir saja jatuh jika Rizal tidak mengambilnya dengan sigap. "Oma—Oma Nina?" Rizal mengangguk saat ia sudah duduk disamping Arsy.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN