Daniel menatap lurus Floria yang ada didepannya. Jujur, ia belum siap untuk melepaskan gadis itu, mengingat ia memang sudah menyukainya sejak lama. Tapi, itu harus melakukannya untuk memperbaiki keadaan. "Katanya mau ngomong, kok diem terus?" tanya Floria. "Aku—" Floria tersenyum menunggu lanjutan dari ucapan Daniel. Melihat senyum itu, Daniel menjadi semakin tidak tega untuk meninggalkan gadis ini. "Aku mau kita putus!" ujar cowok itu kemudian. Bak petir disiang bolong. Floria mengerjapkan matanya, berharap pendengarannya ini yang salah. "A—apa?" ucapnya dengan suara bergetar. "Aku mau kita putus." ujar Daniel lagi. "Tapi kenapa?" gadis itu menutup mulutnya, air matanya mengalir bersamaan dengan hatinya yang terluka. "Ada beberapa alasan yang gak seharusnya kamu tau." "Aku butuh

