"Jangan nangis terus dong, Sy. Udah." Bia mengelus punggung Arsy agar perempuan itu lebih tenang da berhenti menangis. Setelah pergi berbelanja kain dan pergi ke tukang jahit langganan Mamanya, Arsy kini berada di rumah Via untuk menangis. Arsy menceritakam bagaimana sikap Daniel yang akhir-akhir ini sedikit berubah dan menjadi super sibuk. "Mungkin dia emang beneran sibuk. Positif thinking aja, Sy." ucap Via lagi. "Gue takut, Vi. Gue takut dia berhubungan lagi sama Floria." ucap Arsy sambil terisak. "Jangan ngomong kaya gitu. Dengerin gue, Sy. Kalian itu bukan pacaran, kalian udah rumah tangga. Kunci dari sebuah hubungan adalah saling percaya, masa lo gak percaya sama suami lo sendiri." ujar Via dengan penuh kelembutan agar Arsy mengerti dan tidak tersinggung. "Lo tau, Vi, kita lama

