Christ mencengkeram setir sejenak, lalu menolehkan kepalanya ke arah Lyla yang duduk di sebelahnya. "Lyla, kau di sini saja ya?" kata Christ, sembari menurunkan tangannya dari setir. "Sebenarnya kau mau bertemu siapa?" tanya Lyla. "Eumm... seseorang... pokoknya kau tunggu saja di sini, oke? Aku mohon, menurut ya?" "Kau akan baik-baik saja 'kan?" Christ menganggukkan kepalanya. "Kau tampak cemas, aku jadi tidak yakin kau akan baik-baik saja. Sebenarnya siapa yang mau kau temui?" kata Lyla. "Bisa peluk aku saja?" Lyla menghela napas, dan akhirnya menuruti kemauan Christ tanpa bicara apa-apa lagi. Tangannya sesekali menepuki punggung Christ, dan mengusap kepala belakangnya. "Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi semoga kau baik-baik saja. Katakan padaku kalau kau butuh bantuan," ucap

