Lyla ke kamar mandi untuk menghapus makeupnya, dan mengulas makeup baru di wajahnya, karena makeup yang sebelumnya sudah luntur dan berantakan. Meskipun mulutnya diam, Lyla terus bermonolog di dalam hatinya. Berbagai pemikiran datang dan membuat perasaannya jadi semakin gusar. Bagaimana kalau aku tidak bisa jadi Ibu yang baik? Bagaimana bisa aku jadi seorang Ibu? Aku belum siap. Aku takut melukai anak ku, aku takut tidak bisa mendidiknya, aku takut anak ku tidak bahagia. Pintu toilet tak lama terdengar terbuka, yang membuat Lyla otomatis memalingkan wajahnya dari cermin ke arah pintu. Terdapat dua orang Suster yang baru memasuki toilet, sambil mengobrol. "Jadi anak itu dibuang orang tuanya?" "Iya, ya ampun, tega sekali." "Ck, kasihan sekali. Kalau tidak bisa tanggung jawab, seharusny

