"Aku tidak mau bertemu dengan Ayah, meskipun aku tidak sibuk." "Ada apa? Kenapa kau begini lagi apa Ayah? Memangnya apa yang sudah Ayah lakukan?" Christ menarik ke belakang rambutnya sejenak, sembari mendudukkan dirinya di kursi taman. "Karena Ayah, membuat ku sekarang menderita." "Christ, jelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Kau tidak bisa berkata seperti itu, memangnya apa yang Ayah lakukan?" "Kenapa Ayah membuat persyaratan konyol agar dia mau dirawat? Padahal itu untuk kepentingan Ayah sendiri, tapi malah menyuruh ku putus dengan Tania, dan menikah dengan gadis lain, sebagai bukti, kalau aku sudah putus dengan Tania." "Ayah tidak menyangka kau akan melakukannya." Kening Christ mengkerut, lalu keluar kekehan meremehkan dari mulutnya. "Jadi Ayah mau cepat mati?" Christ kira, Ib

