18

2801 Kata

Melihat mata Lyla yang berkaca-kaca, dengan peluh dimana-mana, ditambah kuku-kuku Lyla yang semakin menancap di kulit punggungnya, membuat Christ akhirnya memilih menyudahi semuanya. Christ kemudian beranjak duduk. Ia lalu mengambil tisu di meja, dan membersihkan semua sisa-sisanya dengan Lyla. Lyla menutupi wajahnya dengan melipat kedua kedua tangannya di depan muka. Christ tahu, Lyla pasti sangat malu. Setelah bersih, ia membenahi bajunya, lalu membenahi baju Lyla juga. Lyla awalnya kaget saat Christ tiba-tiba menyentuh bajunya untuk dibenahi. Dengan susah payah, Lyla pun beranjak duduk. Ia jadi sama sekali tidak berani menatap Christ karena malu. "Kau tidak apa-apa?" tanya Christ. "Ma-masih agak linu..." balas Lyla sembari menundukkan kepalanya dalam-dalam, dan menarik ke bawah ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN