Sudah sekitar 10 menit berlalu dengan keheningan canggung yang meliputi Fais dan Kenma saat mereka menuju ke Blue Gate, menggunakan sebuah gerobak kayu yang ditarik sepeda tua. Kendaraan itu biasanya digunakan untuk membawa rumput makanan hewan ternak, tapi kali ini yang duduk di gerobak sambil rebahan di atas daun pisang adalah Fais. Karena gerobak itu tanpa penutup belakang, ia membiarkan kakinya menjuntai hampir menyentuh permukaan tanah jalanan yang mereka lalui. Sejak tadi ia sibuk mencari-cari kalimat apa yang paling pas untuk diucapkan di saat-saat seperti ini. "Mau gantian?" tanya Fais sambil agak mengangkat dagunya untuk bisa melihat sekilas sosok Kenma yang sedang mengayuh di depan gerobak. "Kau tidak tahu jalan, tanganmu lumpuh, kakimu juga masih belum pulih total, dan kau tid

