Kiara: >>>>> Apartemen ini lebih layak disebut lemari es daripada rumah yang memberi kehangatan pada penghuninya. Tak ada obrolan, sapaan, tawa dan canda seperti biasanya. Aku sudah mencoba memaafkan kesalahan Dastan. Namun bayangan dia berada dalam satu kamar hotel dengan seorang perempuan sampai barang-barang pribadinya ketinggalan, itu di luar kuasaku. Hatiku masih terlalu sakit untuk menerimanya. Hubungan kami tidak membaik sama sekali. Tidak ada obrolan di dalam apartemen ini. Sekalinya mengobrol, pasti berujung dengan perdebatan. Membuatku merasa lelah dan tertekan. Belum lagi pekerjaan yang tidak ada habisnya menjelang tutup buku akhir tahun. Baik aku maupun Dastan di hadapkan pada akhir tahun yang cukup hectic dan penuh presure. Dastan pernah bercerita

