Dastan: ~~~~~ Gue terpaksa harus kembali ke Jakarta lebih cepat dari jadwal, untuk mengurusi kelanjutan masalah Arif. Dibantu Kiara dan Andra gue sudah menyiapkan semua dokumen dan bukti-bukti kecurangan Arif ke dalam bentuk slide powerpoint supaya mempermudah gue dalam berpresentasi. Kiara sih, yang membuat slide dam proposalnya, gue dan Andra mengobrol sampai larut malam. Sekitar pukul dua belas malam gue pamit masuk kamar, meninggalkan Andra sendirian yang masih ingin menonton televisi. Saat membuka pintu kamar bertepatan dengan Miara yang hendak membuka pintu kamar. "Mau ke mana?" tanya gue. "Ngantar celana panjang buat Daka." "Daka di mana emang?" Kiara berdecak. "Kamu tuh kalau udah keasyikan ngobrol sama Andra mana tahu anakmu bisa jalan sendiri ke tempat neneknya," jawabnya

