Roommate From Hell

1369 Kata

Setelah perjalanan singkat dari bandara, mobil hitam panjang itu berhenti di depan sebuah gedung apartemen di 7ème arrondissement, Paris. Tepat di jantung kota, dengan aura klasik yang nggak berlebihan. Fasad batu krem khas Paris dengan balkon besi tempa dan jendela tinggi yang memantulkan sinar pagi, klasik tapi tetap chic. Pintu masuk kayu tua terlihat elegan sekaligus welcoming. Begitu masuk, lobby langsung bikin “wow” lantai marmer krem yang berkilau, sofa empuk yang mengundang, tanaman hijau segar, dan lampu gantung yang simple tapi hangat, cukup classy tanpa terasa berlebihan. Loli menatap sekeliling dengan mata berbinar, napasnya setengah tercekat. “Oke, Loli… chill, jangan teriak kayak lagi di kejar zombie. Tapi serius deh, gimana sih caranya nggak kegirangan di tempat secantik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN