Pagi itu, mobil sport hitam milik Ivan meluncur pelan kayak lagi catwalk di runway Paris, cuma bedanya ini di jalan raya yang masih diselimuti kabut tipis. Matahari masih malu-malu, nyelip masuk lewat kaca mobil dan nyorot ke rambut Loli yang disisir rapi tapi tetap ada vibes “I woke up like this”. Di sebelahnya, Ivan duduk tenang. Tangan satu nempel santai di tuas transmisi, tatapannya lurus ke depan, tapi matanya kadang-kadang mencuri pandang ke arah ke Loli. Ya gimana, calon istri masa depan duduk di sebelah, siapa yang nggak curi-curi pandang? “Erm… bentar deh,” gumam Loli, suara sedikit canggung, kayak lagi minta diskon di toko branded. Ia menunduk, pura-pura sibuk menatap dasbor, tapi jelas matanya masih sesekali mengintip Ivan. “Boleh nggak… aku turun beberapa meter sebelum kantor

