Cedric yang baru saja hendak menuju kamar kedua putrinya, langsung menghentikan langkahnya begitu melihat Maya sudah rapi, coat panjang, tas di tangan, wajah tenang tapi matanya menyimpan sesuatu. “Honey… kamu mau ke mana?” tanyanya dengan dahi mengkerut. Pandangannya menyapu dari atas ke bawah, mencoba menebak niat sang istri. Maya hanya tersenyum tipis. “Ada yang harus aku selesaikan. Tolong pastikan Hazel dan Loli tetap rutin diperiksa dokter selama aku nggak di rumah.” Cedric memicingkan mata, nada khawatirnya tak bisa disembunyikan. “Honey…?” Sebelum Maya sempat menjawab, Anne muncul lalu membungkuk hormat. “Madam, Steve sudah menunggu di depan. Apakah Madam ingin berpamitan dengan kedua nona?” Maya menggeleng pelan. “Tidak perlu. Kalau mereka bertanya, bilang saja aku sedang ada

