Setelah menunggu hampir dua puluh menit, Begitu sosok Ivan muncul di kejauhan, Loli spontan bangkit dari bangku, hebohnya kayak anak kecil baru ketemu idola K-Pop. Ia berlari secepat energi kafein yang baru masuk ke tubuh, rambutnya ikut beterbangan, coat pastel panjangnya sampai hampir terseret trotoar. Tanpa pikir panjang, ia langsung melompat ke arah Ivan dan memeluk erat. Pipinya menempel basah di d**a pria itu, sementara napasnya masih tersengal-sengal. “Tuan Ivan… sumpah, gue kangen banget! Plus… gue laper juga, jadi bonus drama biar lengkap!” serunya sambil melepaskan pelukan, matanya menatap Ivan dengan lebay maksimal tapi manisnya keterlaluan. Ivan… jantungnya? Dug! Dug! Dug! Rasanya kayak mau loncat keluar dari d**a. Bibirnya kaku, otak tiba-tiba freeze, dan semua kata-k

