* “Cel, pangeran lo udah dateng nih.” ujar Lesya pada Celine saat Calvin mulai memasuki ruang kelas untuk mengajak Celine pulang bersama. Celine yang sebelumnya tengah fokus mengemas beberapa perlengkapan sekolahnya ke dalam tas pun mulai menoleh ke arah Calvin yang kini terdiri di sebelahnya dengan sebuah senyuman. “Hai!” sapa Calvin hangat. Seperti apa yang ia katakan pada Celine sebelum berpisah di depan ruang kelas jika mereka akan kembali pulang bersama lagi hari ini. Beberapa anak perempuan di dalam kelas tidak serusuh saat pertama kali Calvin menginjakkan kaki masuk ke dalam, karena beberapa di antara mereka percaya jika Calvin sedang menjalani pendekatan dengan Celine. “Hai juga. Tunggu sebentar ya?” Calvin mengangguk tersenyum sementara Celine mempercepat gerakannya un

