Celine mulai merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Lesya, “Thanks ya Sya, gue gak pernah ngerasa selega ini sebelumnya. Padahal, gue belum lama kenal sama lo, tapi gue ngerasa bisa seterbuka ini di saat Merry dan Adel sendiri pun gak tau kalau keluarga gue gak utuh.” Lesya mengusap punggung Celine dengan lembut sebelum akhirnya melepaskan pelukannya. “Sama-sama. Sekarang lo punya gue di hidup lo, jadi apapun yang lo rasain, baik seneng ataupun sedih, lo boleh berbagi semuanya ke gue.” Celine mengangguk dengan senyuman lebarnya, ia begitu beruntung bisa mengenal Lesya. “Berarti baik Adel ataupun Merry gak ada yang tau soal ini?” tanya Lesya kemudian. Celine menggeleng, “Gak ada yang tau kecuali lo dan Adit. Adit pun tau bukan karena gue yang cerita, tapi karena nyokap gue yang ce

