Lagi-lagi, Ronald menghela napas panjangnya, “Dari sekian banyaknya anggota, hanya Danish yang melapor dan menghadap saya. Sisanya? Tidak ada!” Ronald terus memasang wajah marahnya sementara Calvin mulai terlihat gelisah karena harus segera pergi untuk menghampiri Celine di taman. “Intinya, saya tidak mau hal ini terulang kembali. Kalian mengerti?!” tegas Ronald dengan nada penuh penekanan. “Mengerti, Pak.” Setelah mendengar para murid menjawab ucapannya, dengan perasaan yang masih diliputi emosi, Ronald beranjak keluar dari ruang olahraga, begitu juga dengan Calvin yang kemudian berlari keluar. “Vin, lo mau ke mana?” teriak Kenny. Namun Calvin terus berlari hingga akhirnya dirinya terhenti tepat di depan gerbang taman yang kemudian melihat Axel memberikan segelas minuman yang t

