Kemarahan Satria yang meledak-ledak kemarin ternyata menimbulkan gejolak dalam kehidupan keluarga Danu yang terhormat. Ponsel Angelin pun masih ada dalam genggamannya, ia tidak mau Angelin menghapus postingannya. Lebih dari seratus orang yang menghubungi Angelin, Satria hanya diam sambil menikmati teh hangat di halaman rumah Angelin, memandangi tanaman dan melihat betapa sibuknya tukang kebun dari tadi merawat tanaman-tanaman mahal itu. Tanaman yang di beli dari tempat mahal pasti juga berharga mahal. Orang kaya, terkadang tidak perduli berapa banyak uang mereka keluarkan hanya untuk sekedar memenuhi rasa ingin mereka. Mereka membeli sesuatu berdasarkan keinginan dan bukan kebutuhan. Satria masih duduk, memandangi warna hijau yang mendominasi pemandangan di depannya. Ia membiarkan dir

