Pagi buta ketika Rey merawat bunga-bunga yang ia tanam di halaman, ada bunga mawar beraneka warna, bunga anggrek yang menggoda juga deretan melati yang sengaja di pangkas untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Anak-anak masih serius membaca ayat demi ayat Al-Qur'an yang selalu mereka lantunkan, mengawali hari dengan bercengkrama dengan pemilik langit bumi dan seluruh isinya adalah aktivitas yang terus Rey budayakan di rumahnya. Ada sorot lampu mobil yang mengejutkannya, mau tidak mau membuat kepalanya menoleh sejenak. Siapa sepagi ini sudah berkeliling dengan mobil. Rumah yang Rey pilih letaknya di ujung jadi dindingnya bertetangga dengan jalan beraspal. Ach, mungkin hanya orang yang ingin sekedar jalan-jalan fikir Rey hingga ia pun melanjutkan aktivitasnya kembali. "Rey, " suara itu men

