part 3

289 Kata
setelah kepergian kak Adriyan , aku masuk ke kamar dengan perasak an tidak karuan , aku sangat sangat bahagia . tanpa aku sadari hari sudah semakin sore , ternyata aku ketidur dari tadi siang kuingat ingat wajah kak Adriyan lagi sungguh laki laki yang tampan , ramah , jentel juga . senyuman terus saja terukir di wajah ini . drettt drettt drettt ponsel ku bergetar tanda ada panggilan masuk . ku ambil benda pipih itu ,,, ternyata ada 12 panggilan tak terjawab dari kakak ku di di desa . segera ku telpon balik no itu dan betapa terkejutnya aku saat mendengar kabar bahwa bapak di rawat di rumah sakit . " assalamualaikum kak " " waalaykumsalam Wa ,,, kakak dari tadi tlpon kamu tapi kok nggak di angkak angkat " " iya maaf kak ,,, tadi Wawa ketiduran ini juga baru bangan ,,, tumben kak Hasan tlpon ada apa kak " " besok kamu pulang ya Wa ,, bapak di rawat di rumah sakit " " bapak kenapa kak " tangs ku pecah seketi mendengan bapak di rawat di rumah sakit . " udah nggak usah nangis besok kakak jelasin sekarang kakak masih sibuk ngurus Biya bapak dulu ,,, ya udah ya Wa assalamualaikum " " waalaykumsalam " hati yang tadinya bahagia kini merasa sesak dan sangat khawatir akan keadaan bapak . bapak yang selalu terlihat sehat dan selalu tersenyum ramah kini terbaring lemah di rumah sakit . ku keluar kamar dan mencari nenek di kebelang rumah . aku memberitahu nenek soal bapak yang dirawat di rumah sakit . nenek juga khawatir keadaan bapak nenek juga mengizinkan aku untuk pulang kedesa beberapa hari . untung juga lagi libur sekolah jadi nggak ada masalah jika aku nginap terlalu lama .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN