“Setidaknya kamu masih memiliki orang tua dan keluarga yang menyayangi kamu, aku sudah lama ditinggal oleh kedua orang tuaku dan saat ikut dengan paman dan bibiku, mereka bukan orang yang baik.” “Oh ya? Apa karena itu kamu memilih tinggal sendiri dengan putri kamu?” “Iya, dan jauh dari mereka. Dewa, itu toko yang ingin aku datangi” seru Nadia menunjuk pada sebuah toko yang ada di tepi jalan. Dewa perlahan-lahan menepikan mobilnya. “Aku akan menemani kamu masuk ke dalam sana, Nadia. Bolehkan?” “Tentu saja boleh.” Mereka berdua turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam toko itu. Nadia dengan cepat menuju rak yang menjual mainan puzzle agar Dewa dan dia tidak kelamaan di sana. Nadia masih tidak enak merepotkan Dewa. “Nadia, apa Nafa juga menyukai mainan ini?” Dewa menujukkan sebuah maina

