Selena juga melihat Tania keluar dari ruangan Pak Fabio baru dia mau berbicara dengan bosnya itu. “Pak, saya baru saja mendapat kabar dari istri Pak Danu bahwa keadaan Pak Danu di Jerman sedang kritis.” “Apa? Paman Danu kritis? Oh Tuhan!” “Pengobatan yang selama ini dia lakukan ternyata tidak dapat membuat sel kankernya melemah, tapi malah membuat Pak Danu sekarang tambah drop.” “Selena tolong kamu sambungkan aku dengan istri Paman Danu?” “Segera, Pak.” Tidak lama Selena memberikan ponselnya pada Fabio. Fabio dapat mendengar suara lirih dari seberang telepon, sepertinya istri Paman Danu habis menangis. “Bibi Ranti, ini aku Fabio.” “Fabio.” Seketika terdengar suara tangis dari wanita yang selama ini Fabio anggap sebagai Bibinya dan wanita yang senantiasa menemani paman Danu orang ya

