Nadia benar-benar tampak ketakutan melihat ada Fabio di rumahnya malam-malam begini. Beda dengan Fabio yang wajahnya tampak kesal. “Kenapa dari tadi panggilan ponselku tidak kamu jawab?” “Kamu ada apa malam-malam ke sini? Apa kamu tidak melihat ini sudah malam?” Nadia beberapa kali melihat ke arah dalam rumahnya dari balik jendela. “Kamu kenapa? Apa ada yang kamu sembunyikan di dalam rumah kamu?” “Tidak ada, hanya aku tidak mau mengganggu tidurnya Nafa. Dia sedang tidur di rumahku.” “Sayang sekali, aku tidak bisa bertemu dengannya. Aku ingin sekali berkenalan dengan gadis yang suaranya manis itu di telepon.” “Untuk apa?” “Aku penasaran saja dengan gadis kecil itu. Kenapa kamu terlihat sangat menyayanginya?” “Aku menyukai anak kecil, apalagi aku sendirian di rumah jadi apa salahnya a

