Nadia melihat dengan tatapan sinis pada Fabio. Dia memegang pegangan kopernya dan akan pergi dari sana, tapi Fabio dengan cepat menahan tangan Nadia. “Lepaskan! Aku lebih baik tidur di pinggir jalan daripada aku harus tidur satu kamar sama kamu, Pak Fabio.” “Ayolah! Aku hanya bercanda Nadia. Aku masih tau aturan, walaupun sebenarnya wajar jika kita tidur bersama karena bagaimanapun juga kamu masih istriku.” “Aku bukan istri kamu,” Nadia lagi dan lagi menekankan hal itu. Tidak lama respsionis itu mmeberika id card kepada Fabio dengan menggunakan bahasa Jerman dan Fabio menjawabnya dengan menggunakan bahasa Jerman juga. “Ini kunci kamar kamu dan kamar kamu akan berada di sebelah tepat kamar aku.” “Kenapa kamar aku harus berdekatan dengan kamar kamu? Pilihkan saja aku kamar yang biasa, t

