POV Dewi "Kamu terluka karenaku, jadi ... ..." Melihat Alen yang super gugup aku jadi semakin ingin menggodanya. Sambil melihat ekspresi Alen yang terus berubah. Aku pun sengaja menjeda ucapanku. Membuatnya sedikit memperlihatkan ekspresi bingung. "Aku akan tanggung jawab!" ucapku pada akhirnya. "Dewi, jangan begitu. Nanti aku salah paham!" Alen panik dan aku malah menikmati hal itu. Masih memegang tangannya sambil menuju tempat penyimpanan obat. Aku pun kembali menggodanya. "Bagaimana bisa salah paham? Aku sungguh-sungguh. Aku akan tanggung jawab." "De-dewi!" Untuk kesekian kalinya aku seolah melihat lingkaran yang berputar dari mata Alen seperti sebuah efek khusus yang muncul setiap Alen terlihat gugup. Wajah Alen kini sudah merah sepenuhnya. Aku pun menyerah untuk menggoda

