"Kenapa diam, hah kenapa ?" "Sudah puas buat aku pergi sudah puas ?" ucap aku sambil menagis dan kemuadin di peluk oleh Fikri Kenapa dia mesti muncul setelah aku sudah bisa membuka perasaan buat Fikri sih, kenapa tuhan aku telah sayang dengan Dafik. "Aaku tahu aku salah, aku kira kamu enggak bakalan benaran suka sama aku !" astaga jadi ini alasan Fikri mutusin aku "Iya enggak papa kok kamu enggak salah, yang salah itu aku, " aku tersenyum dan mengahpus semua air mata yang mengalir "Kok kamu yang salah ?" tanya Fikri dengan aku "Iya aku kurang menarik, aku kurang istimewa di bandingkan dengan cowok-cowok lain !" aku ngomong apa sih kok enggak jelas anget deh perasaan "Bukan gitu kamu salah paham ah !" Fikri berbicara dengan gaya anak kecil nya itu "Kita tetap teman ya walaupun suda

