setelah citra menceritakan semuanya secara detail dokter irshan pun hanya manggut manggut saja dan sekilas ia melihat pakaian citra yang basah karena ketumpahan air kopi dan teh beruntung noda kopi tak terlalu pekat hanya air nya saja yang kelihatan banyak mungkin lebih dominan tehnya, dan yang membuat nya canggung pakaian nya jadi tembus pandang, dokter irshan pun langsung Berdehem untuk menetralkan perasaan nya karena bisa gawat jika tiba-tiba kejadian kemarin terulang lagi
akhirnya dokter irshan pun langsung langsung kekamar mandi untuk mengambil kimono yang dia pakai karena kimono yang satunya jatuh dan basah semua
dokter irshan pun langsung menyerah kan kimono itu ke citra , sedangkan citra hanya bengong melihat kimono itu
"pakai ini bajumu basah, lebih baik kau pakai ini sementara dan laundry kilat baju mu, tapi maaf yang baru tadi jatuh jadi basah semua adanya ini tadi bekas aku pakai jika kau tak keberatan " ucap dokter irshan
"ooh, terimakasih pak, "ucap citra sambil mengambil kimono itu lalu berlalu ke kamar mandi
dokter irshan pun hanya menggelengkan kepala saja kenapa wanita itu begitu polos dan tidak menaruh curiga sedikit pun pada lawan jenis, ini bahaya bagaimana jika orang lain yang melakukan hal yang sama lalu berbuat macam macam padanya apakah dia akan pasrah juga, haaah bikin pusing saja
dokter irshan pun malah memikirkan yang tidak tidak tentang citra, mungkin ia khawatir , karena tidak sesuai persepsi nya dokter irshan beranggapan bahwa citra akan menolak dan mencaci maki nya karena telah berbuat tidak sopan , tapi ini apa hanya jawaban ooh yang dia dengar dan langsung masuk ke kamar mandi untuk berganti
ceklek
suara pintu pun terbuka citra keluar dari kamar mandi mengenakan kimono dan dia masih sibuk meneliti dirinya sendiri sambil mencari sesuatu
dokter irshan pun melihat citra dan bertanya
"cari apa" tanya nya
"ooh, ini kaya nya HP saya ketinggalan deh tapi di mana ya lupa
dokter irshan pun lagi lagi geleng-geleng kepala saja lalu ia menuju ke arah nakas dan mengambil HP yang tadi ia pakai lalu menyerah kan nya ke citra
" ini, bukan kah tadi HP mu aku yang pegang"jawab nya sambil memegang HP itu tanpa berniat memberikan nya
akhirnya citra pun menghampiri dokter irshan berniat untuk mengambil HP nya dari tangan dokter irshan namun dokter irshan tidak memberikan HP nya citra
citra pun mengernyitkan dahi nya
"maaf tuan bukan kah itu HP ku" tanya nya
"iya benar'
" lalu kenapa anda tak memberikan HP itu kepada saya, kenapa anda menolak menyerah kan nya kepada saya"jawab citra
"apa kamu sadar sekarang ada di mana" tanya nya lagi
'iya sadar kok, ada di kamar hotel bersama dengan bos saya "memang nya ada apa
" apa kau tak merasa bahaya jika berada di dalam hotel bersama dengan pria "tanya nya
"kurasa aman karena bersama dengan orang baik " jawab ny polos
"hah, citra apa kau selalu seperti ini jika terjebak berdua dengan seorang lelaki asing " tanya nya lagi
"hmm, ngga juga kalau orang itu ada niat buruk dengan cara menghajarnya"
"kau yakin bisa mengalahkan pria, apalagi jika pria itu lebih besar dan kuat darimu
" yakin dan sangat yakin, karena saya sering mengalami nya
"apa, yang benar saja, " tanya nya agak sedikit mengejek
"oh baik, jika ingin bukti tapi sebelum nya saya minta maaf terlebih dahulu jika akan sedikit menyakitkan" jawab citra yang tdk tahan jika di remehkan
dengan perlahan citra pun mengambil HP nya di tangan dokter irshan namun tidak berhasil dan akhirnya diapun menyerah menunggu dokter irshan lengah benar saja saat hendak menaruh HP-nya citra ke saku celana nya tiba-tiba citra menarik tangan dokter irshan lalu mendorong nya ke kasur saat dokter irshan terjatuh di kasur kesempatan citra untuk mengambil hpnya
"ah, dapat, " dengan senyuman puas berada di atas tubuh dokter irshan
"dokter irshan sempat kaget dan ia langsung menerkam citra yang masih di atas dokter irshan pun akhirnya berbalik menjadi di kasur dan dokter irshan pun berada di atas nya,
" hah, dasar ceroboh, apa ini cara mengalahkan pria "tanya nya
" eeh, bukan ko adaa rencana b, "jawab nya sambil nyengir tanpa ada rasa takut
dokter irshan pun bingung, saat ia lengah lagi tiba-tiba citra pun membentur kan kepala nya ke kening dokter irshan dan dengkul nya pun menghajar Junior nya
" aakh, sial pusakaku"jerit dokter irshan sambil berguling di kasur hotel itu
"maaf, saya nggak suka di remeh kan saya memang wanita lemah pada dasarnya, namun saya bisa menjadi kuat jika itu menyangkut harga diri, jadi saya harap tuan tidak perlu khawatir tentang diri saya, dan saya tadi pun sudah memperingatkan bukan dan tuan juga jangan balas dendam juga terhadap saya, " ucap citra dengan nada datar
dokter irshan pun langsung melirik citra dan hanya melambaikan tangan nya menandakan bahwa ia ya baik baik saja meski dia masih nyeri di bagian tertentu
ciut pun berkata kembali
"aahk, maaf tuan yang tadi itu hanya seperempat tenaga saya, jika saya keluar kan seutuhnya saya khawatir untuk masa depan tuan, " ucap citra sambil nyengir kuda merasa tak bersalah
dokter irshan pun melongo di buat nya hingga ia menatap pusaka nya lagi dan menelan salivanya dengan susah
"gila nyeri gini di bilang seperempat gimana kalau full, bisa nggak fungsi, sial " batin dokter irshan sambil melindungi pusaka nya itu
akhirnya setelah mereka makan siang citra pamit untuk pulang ke hotel tempat ia menginap bersama dengan partner nya ms jen atau jon, karena ia harus bilang terlebih dahulu agar tidak menimbulkan salah paham
dokter irshan pun mengizinkan nya setelah pakaian nya kering dari laundry kilat citra di boleh kan untuk pulang dan Sore hari balik lagi ke hotel tempat dimana dokter irshan menginap tapi beda kamar tentunya
besok adalah hari yang penting bagi dokter irshan ia mengenal kan citra sebagai pasangan ia tak peduli lagi dengan tanggapan orang lain lagi sekarang ia harus maju kedepan untuk mencapai cita-cita yang terpendam menjadi penguasa sukses seperti almarhum kakek tercinta nya
meski mayoritas keluarga dokter irshan adalah dokter tetap saja ia memiliki darah campuran dari sang kakek yang kental dengan dunia bisnis dulu sebelum kakek nya meninggal dokter irshan pernah mendapatkan wejangan untuk meneruskan perusahaan kakek nya sebenarnya perusahaan itu untuk ayah nya, berhubung ayah nya menolak mengurus perusahaan dan lebih mengabdikan diri sebagai dokter
ayah nya memang seorang penyayang dan seorang yang suka menolong dia sempat geram melihat pasien yang tak mampu tak mendapatkan perawatan khusus dan saat ia melihat ibu nya dokter irshan yang memang berprofesi sebagai seorang dokter muda pada kala itu ayah nya pun jatuh hati berkat kecantikan, kepintaran dan kesederhanaan nya membuat ayah nya dokter irshan tambah menjadi jadi untuk lebih giat lagi menjadi seorang dokter ternama, dan ia benar benar memulai nya dari nol karena orang tuanya tak mau membiayai kuliahnya
sehingga ayah nya dokter irshan pun tetap berusaha untuk mendapatkan beasiswa
melihat perjuangkan sang anak akhirnya kakek nya pun mengalah untuk tetap menerus kan perusahaan nya sendiri, namun sekarang usia nya tak sebugar dulu untuk tetap mengawasi perusahaan besar hanya satu harapan yang kakek nya inginkan yaitu cucu kesayangan nya dokter irshan lah yang akan menjadi generasi penerus itupun harus persetujuan sang anak yaitu ayah nya dokter irshan
sebenarnya ayah nya sudah tau akan potensi sang anak saat bergabung dengan Anand anak bos nya itu, dia sering sekali mendapatkan pujian dari keluarga wiguna group akan kegigihan nya dalam mengelola bisnis meski ia sibuk dengan dunia kedokteran nya tapi ia masih menyempatkan diri untuk mengurus perusahaan hingga menjadi besar seperti sekarang
hanya saja dokter irshan belum mampu mengatakan keinginan nya untuk membangun atau meneruskan perusahaan sang kakek
dulu memang sang kakek pernah bilang kepada nya untuk membangun perusahaan itu tak mudah butuh perjuangan dan yang lebih tak mudah nya lagi untuk mempertahankan perusahaan itu tetap berdiri kokoh harus ada pemimpin yang benar benar memikirkan para ribuan karyawan yang berpartisipasi dalam perusahaan
bisa saja jika perusahaan itu jatuh di tangan yang salah bisa bisa pertahanan nya bisa roboh dan ribuan karyawan nya itu bisa bisa kehilangan pekerjaan nya
jadi pada saat itu dokter irshan tergerak hatinya untuk menolong sang kakek untuk mengambil kuliah lagi di jurusan yang berbeda meski secara sembunyi sembunyi
ayah nya dokter irshan pun merasa bersalah karena telah mengekang sang anak untuk tetap mengikuti dirinya menjadi seorang dokter
namun ia tau betul dokter irshan adalah anak yang cerdas dan ia tak mau menjadi anak yang durhaka dengan menentang keinginan orang tua nya jadi ia tetap mengikuti keinginan orang tua nya untuk menjadi seorang dokter, dan ia pun merelakan masa muda nya untuk terus belajar agar bisa menjadi pengusaha juga, sehingga ia tak pernah yang mengenal yang namanya wanita sampai saat ia di jebak oleh salsa lah ia baru mulai mau membuka hati
tapi sayang Seribu sayang salsa bukan lah wanita pilihan yang tepat untuk dirinya, ia harus mencari pendamping yang bisa me-manage dirinya dari hal pribadi maupun pekerjaan
hingga akhirnya ia menemukan citra