Sudah dua minggu berlalu dan keadaan Aletha semakin memburuk, Aletha masih bisa berdiri tapi tidak bisa terlalu lama karena kepalanya akan pusing. Dan Sandra sudah kembali lagi kerumah, ia sudah memberi tahu seluruh temannya untuk mencarikan obat atau orang yang bisa menyembuhkan putrinya. Sekarang Sandra sedang didepan rumah Hanna, ia berdiri diam tidak berani masuk kedalam. Sandra sangat merindukan Aletha, putrinya tapi ia tidak bisa masuk karena ia dan Hanna masih dalam tenggang. Hanna yang kebetulan ingin membuang sampah melihat Sandra yang berdiri didepan rumahnya, Hanna mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan. “ingin melihat Aletha?” tanya Hanna membuat Sandra tersenyum kaku, “masuk saja, Aletha ada didalam” ujar Hanna membuat Sandra dengan ragu masuk kedalam

