rumah

451 Kata
dengan perasaan kesal, melda meninggal kan rumah sakit. dan langsung bergegas pulang kerumah, karna melda juga sangat kangen kepada ayah nya, kemarin seharian tidak ketemu sama sekali. assalamualaikum ... ayahh melda pulang.. kemana pergi nya ayah kenapa rumah sepi sekali. sambil berjalan terus menuju dapur dan menemui bibi yang lagi masak . bi ayah kemana, apa ayah tidak ada di rumah, tanyaku '' melda '' ah nona, mengagetkan bibi saja, tidak nona tuan ada di belakan rumah, dari kemarin tuan memiliki hoby berkebun dan menanam beberapa bunga yang cukup langka '' bibi '' yasudah bi aku akan pergi ke kamar dulu, gerah ingin segera mandi, terimakasih info nya bi, akupun melangkah meninggalkan bibi sambil tersenyum senang, '' melda '' setelah mandi melda pun segera pergi ke taman belakang rumah, untuk melihat apa yang sedang di lakukan ayah nya, ketika telah sampai di taman melda tersenyum karena melihat ayah nya yang sangat bersemangat menyirami tanaman yang baru ia tanam sendiri. '' melda '' ayahh .. apa begitu penting nya tanaman itu dari pada aku, sampai aku dari tadi di sini saja ayah tidak menyadari nya, ucapku sambil cemberut pura'' marah pada ayah. '' melda '' ayah pun terkekeh melihat aku cemberut. tidak sayang, kamu tetap yang terpenting di hidup ayah, ayah cuma sedang semangat berkebun akhir'' ini. bagaimana hasil nya, taman nya kelihatan semakin indah kan dengan tanaman dan bunga'' yang ayah tata dan tanam sendiri. '' ayah samsul '' iya ayah, memang ayah yang terbaik, ucap ku sambil mencium pipi ayah, ayo makan dulu yah aku sudah sangat lapar karena dari tadi mencium aroma masakan bibi yang begitu harum dan sangat menggoda untuk segera kita makan ayah, hehehe ,'' melda '' setelah makan malam aku dan ayah duduk santai sambil nonton tv, sambil ayah terus bertanya tentang perusahaan dan kegiatan ku seharian ini, dan akhir nya aku menceritakan tentang pemuda yang aku tolong kemarin. sudah aku katakan tadi pagi kalau nanti sore aku akan kembali berkunjung melihat kondisinya, ternyata pas aku pulang kantor dan ingin melihat nya di rumah sakit, ternyata dia sudah tidak ada dan pulang sendirian, aku terus mengoceh mengadu pada ayah jika aku sangat kesal pada pemuda itu. '' meld '' ayah hanya terkekeh mendengar ceritaku, sudah lah sayang birkan saja, mungkin dia tidak ingin terlalu merepotkan orang lain, atau dia memang dia sedang ada keperluan mendadak barangkali, sudah lah tidak usah di fikirkan lagi, sekarang tidur lah besok kamu kan harus bekerja lagi'' ayah samsul '' iya ayah, aku tidur dulu, ayah juga segeralah tidur, jangan suka tidur terlalu malam, ingat kesehatan ayah itu sangat penting, ucap ku lalu mencium pipi ayah dan segera pergi ke kamar karna aku juga sudah sangat lelah dan ingin segera tidur.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN