"Mommy Ale ngantuk," Anna semakin mengeratkan pelukannya pada Ale, mengusap sayang kepala Ale, "Tidur dipangkuan Mommy ya?" Ale mengangguk lalu segera mencari posisi nyaman dipangkuan Anna. Ale mulai bernafas teratur, Anna memperhatikan wajah damai Ale lalu tersenyum. Demi apapun ia sangat menyayangi gadis kecil dipangkuannya kini. Meskipun bukan darah dagingnya, itu sama sekali tidak membatasi rasa sayang yang Anna berikan. Lama Anna memperhatikan wajah Ale, hingga ia merasakan seseorang duduk disampingnya, merangkulnya lalu mengarahkan kepala Anna agar bersandar di dadanya. Anna sama sekali tidak menolak, ia tahu siapa orang itu. Ya Dipta. Siapa lagi. Anna mulai hafal dengan wangi parfumenya. "Bibi bakalan baik baik aja kan? Bayinya bakalan sehat juga kan?

