Dipta bangun dari tidurnya, masih dengan keadaan yang berantakan. Ia melirik jendela yang menampilkan langit malam yang gelap. Ia menghembuskan nafas kasar lalu memilih menyalakan lampu lalu kembali ke kamarnya. Ia butuh mandi. Selesai mandi, ia segera menyiapkan beberapa pakaian yang akan ia bawa ke Bandung. Ya. Ia akan mengunjungi kediaman sang Ibu, mengingat disaat saat seperti ini, hanya ibunya yang dapat menenangkannya. Ia sudah mengajak Ale tadi siang, namun gadis kecil itu menolak ajakan sang ayah, membuat Dipta semakin terpuruk saat putri satu satunya pun turut menjauh darinya. Setelah semuanya siap, Dipta segera memasukkan semua barang barangnya kedalam bagasi mobil, lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata, ia ha

