"Vir, kenapa sih kamu ngasih uang ke orang tua kamu kok nggak ngomong-ngomong dulu sama kita? Alvin aja sampai nggak tahu waktu ibu tanya soal itu. Nggak boleh lho gitu, Vir. Istri itu harus patuh sama suaminya. Apa-apa harus izin suami dulu, kalau nggak izin bisa kualat, bisa jadi istri durhaka, betul nggak, Vin? Yun?" celetuk ibu sembari menoleh pada sosok Mas Alvin dan Mbak Yuni yang duduk di samping beliau saat aku baru saja masuk ke dalam rumah usai makan di cafe seberang jalan yang menjadi langganan sejak aku tak pernah lagi masak karena gaji Mas Alvin sudah diserahkan suamiku itu pada ibunya. Selain rasanya yang enak, harga makanannya juga tidak terlalu mahal. Cocok untuk kantong orang yang harus makan di luar setiap hari sepertiku. Mendengar ucapan ibu, Mbak Yuni yang duduk di sam

