bab 20 - Astrid Egois.

1474 Kata

"Ibu Astrid bilang, di-a tidak menerima sumbangan ..." ragu Bik Irah berucap. "Apaaa!!" Ibu terlonjak dari tempatnya. Meneguk saliva yang terasa menggumpal, hatiku mencelos mendendengar ucapan Bik Irah. Astrid ... dia menganggap kami pengemis? Jahat sekali. Wajah Ibu langsung memerah, dengan langkah lebar dia berjalan menaiki tangga, melewati Bik Irah yang ketakutan. "Hei ... jangan sembarang memasuki rumah orang!" Vivian yang biasa masa bodo amat dengan keadaan, angkat bicara. "Kamu diam. Jangan ikut campur! Ini rumah Ronald juga!" sentak Ibu. Vivian mendecih, lalu mengangkat bahunya. "Menantu tidak tahu adab. Didiamkan semakin melunjak, tidak tahu diri!!" umpat Ibu dengan begitu geramnya. "Dia pikir aku itu pengemis. Dasar anak durhaka!" "Buk ... sabar Buk," langkahku tergesa me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN